Potensi Desa Menuju Dunia

Kisah Inspiratif Abon ISIS Lumajang Go Internasional

Jatiroto - Jalan tuhan siapa tahu, manusia hanya aktor yang berperan dalam lukisan tuhan. Begitulah makna kehidupan manusia sebagai pemimpin di bumi yang diwajibkan berusaha guna menggapai sebuah harapan.

Siapa yang belajar dan berani melangkah maka akan mengetahui jalan, begitu kira-kira kalimat yang menggabarkan proses kesuksesan Kautsaril Barida Wanita 42 tahun yang mampu memasarkan Produk Abon Ikan hingga Go Internasional.

"Barawal dari tidak disengaja mas, wong saya belajar buat Abon Ikan dari internet. Sejarahnya gini waktu itu ikan banyak dirumah namun tidak ada yang mau makan, akhirnya saya buat abon, tak diduga banyak yang suka,"jelasnya saat ditemui Lumajangsatu.com di rumahnya Dusun Kambengan, Desa Banyuputih Kidul, Kec. Jatiroto, Jumat (16/10/2020).

Dari keisengan Barida membuat Abon Ikan, ternyata keberuntungan didapatkanya. Abon buatanya digandrungi masyarakat luar kota dan mancanegara."Kan gini kebetulan saya ada teman di Belanda, terus Dia membawa Abon Ikan saya ke Belanda ternyata banyak yang suka,"paparnya.

Kini Abon Ikan buatan Barida tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, serta mancanegara dari Belanda, Swiss, dan Jepang.

Usaha Barida dimulai tahun 2014. Kini Abon Ikan Barida berfarian dari Abon Lele, Ikan Gabus, Ikan Tuna, Ikan Patin. "2016 saya mulai buat Abon Ayam dan Sapi serta baru-baru ini juga Sosis,"paparnya.

Harga Abon Ikan Segar Higienis (ISIS) dibandrol dari 250 hingga 350 ribu perkilo dan kemasan per 1 ons dibandrol dengan harga 25 hingga 35 ribu.

Nama Abon Barida terbilang unik, menurutnya ide itu berasal dari anaknya. "Anak saya dulu pas masih SD ngasih inisiatif gitu mas, sempat disuruh ganti ketika ngurus surat legal usaha namun saya menolaknya,"pungkas Barida. (Oky/ls/red)

lumajangsatu.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...
Back to Top