Kekeringan Mulai Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Lumajang

Lumajang(lumajangsatu.com)- Puluhan Hektare sawah diwilayah utara Lumajang terancam gagal panen. Hal itu diakibatkan berkurangnya pasokan air dari Ranu Pakis dan Ranu Klakah. 

Sejumlah lahan pertanian yang sudah ditanami padi mulai mengaring dan tanahnya mulai retak-retak. Bahkan, sejumlah tanaman Jagung milik petani yang baru berumur 3 minggu sudah mulai layu.

Zainal, warga desa Ranu Pakis menuturkan, kondisi kekurangan air bagi lahan pertanian sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Semakin hari, kondisi lahan semakin keritis. Warga mengaku pasokan air untuk lahan pertanian dibagi setiap 8 hari sekali. hal itu tidak cukup untuk membuat tanaman padi dan jagung tumbuh dengan normal.

"Lahan yang terlanjur ditanami mulai menguning mas," Ujar Zainal.

Sementara itu, Abdul Said, petugas pengairan Klakah mengatakan, berkurangnya pasokan air kesejumlah lahan pertanian diakibatkan debit ranu klakah dan Ranu Pakis turun drastis. Sejak musim kemarau melanda, air danau menyusut hingga 3 meter.

"Debinya turun hingga 3 meter," Terangnya.

Ia menjelasakan, lahan pertanian yang bergantung pada dua ranu itu berjulah 630 Hektare, yang tersebar dibeberapa desa. Yakni desa Ranu Pakis, Melawang dan Tegal Randu, Klakah, Kebonan dan Desa Kudus. Untuk meratakan pasokan air, maka pihak pengairan melakukan pembagian setiap desanya.

"Ada 630 Hektare yang bergantung dari dua danau ini," Pungkasnya.(Yd/red)

lumajangsatu.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...
Back to Top