Ibarat mau membuat Branding belum jelasn

Bukasan : Tubuh APBD 2020 Lumajang Hanya Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Lumajang - Tubuh APBD 2020 dengan kekuatan 2 Trilliun lebih sudah di Dok oleh DPRD Lumajang. Namun, dalam sentuhan program untuk kemajuan Lumajang masih general alias umum, belum spesifikasi sebagai penggerak.

Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua DPRD Lumajang, Bukasan yang juga politisi PDI Perjuangan. "APBD 2020 hanya sebatas penyelesai kebutuhan masyarakat terpenuhi saja," ujar politisi asal Kecamatan Padang ini.

Menurutnya, semua sektor digarap semua, tidak ada fokus program pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didukung kedinasan lainya. Karena saat disampaikan oleh Tim Anggaran Pemkab masih menggunakan kekuatan APBD Lumajang sendiri.

"Masih umum, belum ada fokusing program untuk multiefek yang disampaikan," jelasnya.

APBD Lumajang ditahun 2020 masih sama dengan APBD 2018 tidak seperti di Banyuwangi sektor Pariwisata sebagai penggerak, Bondowoso sektor perkebunan dan Jember dibidang pendidikan. Tim Anggaran tidak menyampaikan adanya sebuah program Pusat yang bisa dibawa ke Lumajang dengan sistem sharing anggaran.

Bukasan mencontohkan soal Infrastuktur jalan mantap desa sebagai jalur transportasi, ekonomi dan pendidikan. Apalagi sektor pendidikan tidak fokus, adanya pengurangan anggaran pengadaan komputer di APBD 2020.

"Padahal ujian anak-anak SMP berbasis komupter, pengadaaannya malah dikurangi," terangnya.

APBD 2020 masih hanya memenuhi kebutuhan masyarakat belum memiliki target jangka panjang untuk Lumajang. "Ibarat mau membuat Branding belum jelas," paparnya.

Ketika Bukasan ditanya DPRD dikesankan melakukan pembiaran APBD tidak fokusing membangun Lumajang. Dia membantah, karena sudah dibahas sesuai dengan pengajuan dari Tim Anggaran dan diawasi penggunaan oleh DPRD.

"Kita ini membahas sesuai dengan apa yang ingin dicapai, dimana-dimana eksekutiflah berprogram beranggaran," pungkasnya. (ls/red)

lumajangsatu.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...
Back to Top